Para peneliti yang terlibat dalam proyek penelitian EXPLORE mengikuti orientasi metode FairFrontier selama dua hari di gedung Forest and Society Research Group. Agenda orientasi hari pertama meliputi; pengenalan tentang FairFrontiers oleh Prof. Dr. Muhammad Alif K.Sahide, mengidentifikasi dan memetakan aktor/institusi/kebijakan yang mempengaruhi perubahan dalam lokasi penelitian dan diskursus analisis oleh Nurhady Sirimorok.

Lalu di hari kedua, kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, di mana Ahmad Dhiaulhaq hadir secara daring memberikan pemaparan tentang jasa lingkungan dan bundel kesejahteraan. Pada sesi ini Ahmad Dhiaulhaq membagikan tentang bagaimana transformasi lanskap berdampak terhadap kesejahteraan (kualitas hidup) manusia serta apakah perubahan bentang alam itu bisa menyebabkan kerentanan dan ketidakpastian sosial-ekonomi yang berbeda.Selain itu, lelaki yang akrab disapa Ahmad ini juga menyampaikan apa saja temuan awal yang ditemukan pada tiga desa di Cameroon, yakni; desa Nkoelon, Nyamabande, dan Mabiogo.

Temuan awal menyatakan bahwa warga desa Nyamabande membutuhkan rumah yang layak, pendidikan, kesehatan dan rumah sakit, serta pendidikan untuk dapat hidup sejahtera di desa, sedangkan desa Nkoelon menyatakan bantuan untuk bertanu, memancing, dan beternak akan meningkatkan kesejahteraan warga di sana.
Orientasi dirancang agar lebih interaktif dan partisipatif, sehingga materi yang diperoleh lebih mudah dipahami oleh para peneliti yang terlibat. Dalam sesi bagaimana melakukan Focus Group Discussion (FGD), Nurhady Sirimorok menjelaskan tahapan-tahapan melakukan diskusi terpusat, lalu membagikan sticky notes dan bertanya “Apa yang membuat hidup Anda sejahtera?”. Sesi ini bertujuan agar para peneliti memperoleh gambaran tentang pelaksanaan FGD di lokasi penelitian dan bagaimana menjadi fasilitator FGD.

Selain itu, Nurhady Sirimorok juga ingin melihat sensitivitas para peneliti dengan bertanya “Hal apa yang sebaiknya dimiliki oleh fasilitator?”. Jawaban beragam dengan kertas berwarna-warni menghiasi flipchart, ada yang menjawab bahwa seorang fasilitator sebaiknya berpenampilan menarik ada pula yang menjawab seorang fasilitator harus selalu tersenyum dan aktif mendengarkan.
Sesi orientasi peneliti EXPLORE diakhiri dengan mempersiapkan kegiatan simulasi yang akan dilaksanakan di desa Tompobulu, kabupaten Pangkep. Pada simulasi tersebut tim telah terbagi dalam tiga kelompok; kelompok 1 membahas sejarah desa; kelompok 2 membahas penggunaan lahan sekarang dan masa lampau; kelompok 3 membahas persepsi masyarakat lokal tentang hidup sejahtera. Di samping simulasi FGD, para peneliti ini juga akan melaksanakan ujicoba pengambilan data survai rumah tangga.





