
Sebijak Institut Universitas Gadjahmada, CE-HERO Universitas Mulawarman dan Forest and Society Research Group (FSRG) Univeritas Hasanuddin menjadi tuan rumah pembuka dalam penyelenggaraan International Workshop on Vulnerable Deltas in Southeast Asia, Climate Change, Water Pollution and Socio-Economic Transformation, sebuah proyek yang diinisiasi oleh East West Center dengan dukungan dari Wilson Center, dan didanai oleh The Henry Luce Foundation.
Pertemuan ini merupakan acara tahunan dalam rangka memberikan update terkait progres dari masing-masing negara yang terlibat seperti Thailand, Myanmar, Kamboja dan Viet Nam. Acara yang berlangsung dari tanggal 4-7 Desember 2023, juga memberikan pengalaman kepada para peserta mengunjungi desa Tani Baru dan desa Muara Pantuan untuk berinteraksi langsung dengan warga. Kedua desa tersebut merupakan lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif antara tiga universitas Indonesia.
Dengan waktu yang terbatas, para peserta berkesempatan mendengarkan berbagai cerita dan perspektif warga tentang sejarah desa dan migrasi, pemuda dan pendidikan, tambak, institusi desa, Mangrove dan konservasi, serta UMKM.
“Desa Tani Baru mengalami perubahan lanskap yang masif, dari perkebunan Kelapa ke hutan Mangrove, dari Mangrove dikonversi menjadi tambak udang, namun karena banyak udang yang terserang penyakit membuat banyak petambak yang mulai mencari pekerjaan di daratan” sebut Van Huynh Thanh Pham, dari An Giang University Viet Nam, dalam sesi refleksi field trip.

“Kami memulai percakapan dengan menanyakan hal-hal personal, mengapa ia bermigrasi ke sini, dan informan kami mengatakan bahwa awal mula ia ke sini karena ia diterima bekerja pada pabrik tripleks, namun karena pamannya meragukan kemampuannya, ia mengurungkan niatnya. Di saat itu pula, ia ditawari bekerja sebagai guru honorer di SMP Negeri 3 Anggana oleh saudara sepupunya. Dia sudah bekerja di sana sejak 2003. Menurut saya bertanya hal personal adalah jalan masuk yang paling nyaman saat kita ingin mewawancarai seorang perempuan, tanyakan padanya hal-hal yang paling dekat terlebih dahulu” sebut Dr. Ming Li Yong, dari East West Center, yang mewawancarai seorang perempuan dewasa yang bermigrasi dari Makassar ke Samarinda sejak 20 tahun yang lalu.

Kegiatan ini juga memberikan ruang kepada mahasiswa S1, S2, serta S3 untuk mempresentasikan penelitian mereka terkait Delta dengan topik yang beragam. Muh. Ilham Basmar, mahasiswa pascasarjana fakultas kehutanan Universitas Hasanuddin, mempresentasikan temuan awal untuk tesisnya yang berjudul Jaringan Migrasi Sulawesi-Kalimantan: Pengaruh Migrasi pada Penghidupan dan Lanskap Pedesaan. Dalam penelitiannya, Basmar ingin mengetahui proses dan faktor yang mempengaruhi proses migrasi penduduk Sulawesi terjadi, mengidentifikasi pola migrasi dan strategi adaptasi penduduk Migran etnis Bugis di desa Tani Baru, mengidentifikasi pengaruh jaringan migran etnis Bugis terhadap penghidupan dan lanskap di desa Tani Baru, Delta Mahakam, Kalimantan Timur.
Dalam usaha menghadirkan workshop yang interaktif dan partisipatif, Jennifer Turner dari Wilson Center mengajak para peserta bermain gim online bernama The Plastic Pipeline, permainan online ini sedang dalam pengembangan dan akan tersedia dalam berbagai bahasa. Tujuan utama permainan ini untuk lebih memahami bagaimana kebijakan dapat mengambil peran dalam pengurangan polusi dan manajemen sampah plastik sekali pakai, sila klik tautan di sini, untuk mencoba bermain.
“Dua hal yang paling saya suka dari workshop ini adalah yang pertama workshop ini sangat flexible dan casual, saya dapat memulai percakapan dengan mudahnya dengan siapa saja, yang kedua, saat saya melakukan presentasi di hari ketiga, saya mendapatkan banyak input dan masukan yang penting untuk peningkatan penelitian saya” ungkap Hnin Ei Ei Naing, mahasiswa master Universitas Chulalongkorn, Thailand.

Workshop ditutup dengan “speed dating”. Pada sesi ini, peserta dapat memilih topik sesuai minat mereka. Pilihan yang tersedia beragam, mulai dari teori tentang infografis yang menarik, berkenalan dengan metode-metode penelitian, mendalami penelitian tentang migrasi, bagaimana agar tulisan kita terpublikasi di jurnal internasional, serta mendesain kegiatan field trip untuk mahasiswa S1.
Workshop ini merupakan series tahunan yang akan diadakan kembali di Phnom Phen, Kamboja pada tahun 2024.






